artikel... « Let's Bike 2 work


www.bike2work.tk

b2w home






vision mission opinion
| links | b2w | bike2worker |

#tips#


join mailing list


supported by :



majalah


<< September 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30


Solidaritas untuk anak Indonesia

men temen, ada yang mo joinan bantu dengan beli gelang mereka gak? soalnya minimal harus 10 gelang @Rp.10.000, kalo mau bisa email g di : xmountainbike@yahoo.com







Name
Email
URI
Msg




support and share your opinion or submit your profile, please mail to : biketowork@gmail.com
or click below :

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

blogdrive
image : stock.xchg



Sep 6, 2005
artikel...


Sepeda yang Cenderung Menggoda

Kompas, 6 September 2005

Oleh: M NASIR

Sabtu 27 Agustus 2005, komunitas pekerja bersepeda mendeklarasikan keberadaannya di depan Balaikota DKI Jakarta. Komunitas ini perlu dideklarasikan agar semua pihak tahu bahwa di Jakarta ada pekerja yang bersepeda. Masyarakat pengendara sepeda motor dan mobil juga diharapkan memberi kesempatan para bikers itu melaju di jalan-jalan Jakarta.

Tentu saja dengan deklarasi itu diharapkan tidak ada sikap yang melecehkan pesepeda, menyerempet, atau bahkan menabrak. Alhamdulillah sih sampai sekarang belum ada anggota kami yang meninggal akibat diserempet kendaraan bermotor, tutur Taufik Hidayat, Ketua Komunitas Pekerja Bersepeda, ketika ditanya mengenai tingkat kerawanan bersepeda di Jakarta yang padat lalu lintas.

Dari penjelasan Taufik dapat ditarik kesimpulan bahwa selama ini pengendara kendaraan bermotor bersedia memberi kesempatan pesepeda melintas di jalan raya.

Dalam deklarasi yang dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, pemerintah juga diingatkan agar memberi perlakuan yang adil terhadap pesepeda.

Sikap adil diharapkan terwujud dalam bentuk konkret. Misalnya, memberi fasilitas bagi pekerja bersepeda. Jika di kantor-kantor terdapat lokasi parkir khusus sepeda motor dan mobil, mengapa untuk sepeda tidak?

Kami mengharapkan adanya parkir khusus sepeda. Dengan tempat parkir khusus kami merasa tenang bekerja dan aman, kata Taufik.

Alasan Taufik untuk meminta tempat parkir khusus masuk akal. Sebab jika tidak ada parkir khusus, sepeda-sepeda itu akan diparkir di sembarang tempat di antara kendaraan bermotor.

Dengan ukuran sepeda yang ringan dan mudah ditenteng, potensi pencurian sepeda sangat tinggi. Padahal, harga sepeda tidak kalah mahal dibandingkan dengan sepeda motor. Sebuah sepeda yang dimiliki anggota komunitas pesepeda ada yang seharga Rp 30 juta.

Taufik juga berharap di kantor-kantor, baik itu instansi pemerintah maupun swasta, disediakan kamar mandi. Pemerintah DKI diharapkan memberikan dukungan dengan mendorong tersedianya kamar mandi di seluruh instansi. Sekarang ini tidak semua kantor menyiapkan kamar mandi. Ada toilet, tetapi tidak bisa untuk mandi.

Jelas kami gerah dan berkeringat setelah menggenjot sepeda. Badan akan menjadi segar setelah mandi. Kalau kami harus menumpang mandi di kantor teman terus-menerus, tidak enak, tutur Taufik.

Untuk tertib di jalan, komunitas pekerja bersepeda ini sudah berikrar. Dalam ikrar yang dibacakan dalam acara deklarasi, mereka bertekad menjunjung tinggi etika berlalu lintas serta menjaga ketertiban. Pesepeda tidak ingin menambah kusut lalu lintas Jakarta.

B2W

Sekitar 500 pesepeda yang hadir dalam deklarasi pekerja bersepeda 27 Agustus lalu berasal dari berbagai kalangan dan dari seluruh wilayah DKI Jakarta.

Mereka sebagian pekerja kantoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pegawai kantor pemerintah di Jakarta Utara, Pusat, Barat, dan Timur, serta sejumlah anggota satuan pengaman (satpam).

Yang tidak terlihat dalam kesempatan itu justru orang-orang yang sehari-hari bekerja dengan menggunakan sepeda, seperti tukang bakso, pedagang ikan, dan tukang ojek sepeda. Memang tidaklah asing lagi bagi pedagang bersepeda dalam bike to work (bersepeda untuk bekerja atau pekerja bersepeda). Tanpa dideklarasikan pun, mereka tetap menggunakan bersepeda untuk mencari nafkah.

Kalangan yang disebut terakhir ini memang bukan sasaran kampanye bike to work atau disingkat B2W. Sebagai catatan angka 2 di antara B dan W dibaca to, bukan two. Demikian istilah yang digulirkan di antara penggemar sepeda.

Yang menjadi sasaran kampanye bersepeda adalah para pekerja atau karyawan yang selama ini menggunakan mobil dan sepeda motor untuk berangkat dan pulang kerja.

Kami tidak mengejar jumlah. Yang penting mari kita mulai pergi ke kantor dengan menggunakan sepeda, tutur Tekad Adiyono, Sekretaris Komunitas Pekerja Bersepeda, yang ditemui Kompas.

Tekad sudah menjalani B2W tiap hari. Tekad tidak sendirian. Pekerja-pekerja lain dengan tujuan yang sama, yaitu kawasan Kuningan, juga berangkat dengan sepeda dari rumah mereka. Misalnya, kelompok B2W dari Bintaro pada hari-hari tertentu juga bersepeda ke kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dari daerah Kota, Jalan Kampung Bandan, juga ada Yusman (59) yang setiap pagi mengayuh sepeda sejauh delapan kilometer menuju tempat kerjanya di PT Ebroindo di Taman Nyiur, Sunter Agung. Sudah dua tahun saya pulang pergi ke tempat pekerjaan dengan sepeda, tutur Yusman.

Dari segi jumlah hari, kata Tekad, tidak penting. Tidak harus bersepeda ke tempat kerja setiap hari karena mungkin saja jarak antara rumah dan tempat pekerjaan sampai belasan atau bahkan puluhan kilometer. Seminggu sekali atau dua kali saja sudah cukup, tutur Tekad yang tiap hari bersepeda ke kantor di kawasan Kuningan.

Cenderung menggoda

Aktivitas bersepeda sebenarnya mengasyikkan bagi yang menyukainya. Bahkan banyak di antara mereka yang merasa ketagihan. Begitu tingginya tingkat ketagihan bersepeda, sepeda bisa diibaratkan candu yang mampu membuat penggunanya lupa segalanya.

Dalam program B2W, kecenderungan sepeda yang menggoda penggunanya untuk bermain, bisa melupakan pekerjaan yang menjadi tujuan utama. Jangan-jangan lebih banyak waktu untuk bermain-main dengan sepeda daripada waktu yang digunakan untuk kerja.

Maka slogan bike to work harus selalu didengung-dengungkan pada penggemar sepeda agar tidak terpeleset ke dalam bike to play. Kecuali kalau kita ingin bersepeda untuk bermain.


Posted at 04:53 pm by B-2-W

Hendra Wijaya
November 14, 2006   01:29 PM PST
 
bravo bike to work "lets bike to work"
reno_kenongo
September 22, 2006   03:57 PM PDT
 
gue tinggal di pond pinang, jaksel
kalo pengin pake speda ke kant di kawasan taman patra kuningan, jln yg paling enak dan aman lwt mana sich ? ada yg bisa kasih saran ?
trim's
bagoes ARBOYO
October 5, 2005   02:30 PM PDT
 
GO..GO..GO..BIKE sikil
hehehe...

BRAVO B2W

semoga tambah banyak rakyat yang sadar akan hemat energi dan kesehatan

:)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry